Kumpulan Buku-Buku Iwan Febriand Vegan

Beberapa Judul Buku karya Iwan Febriand Vegan (dalam 3 tahun) yang telah selesai diedit dan cetak dapat dipesan langsung via email atau blog ;

1. Dictionary of Security Defense and Glosarium of Intelligence, Kreasi Prima Printing dan Bintcorplink Publishing, Jakarta, 2008

2. Kasta-Kasta Dalam Pedmbangunan: Struktur Kemiskinan Moderl Neoliberal, WSI Publishing, 2008, Bogor

3. Ideologi Kaum Imperial, WSI Publishing, 2011, Bogor

4. Understanding of Trend and Paradigm of Change, Bintcor-plink Publishing, Bogor, 2011

5. Manajemen Perbatasan dan Toponimi Wilayah Indoensia : Reformasi Konprehensif sektor Keamanan, WSI Publishing, Bogor, 2011

6. 9 Pilar Membangun Sekolah Unggul, WSI Publishing, Bogor, 2011

7. Bela Negara di Abad 21 : Bentuk ancaman non militer, Bintcorplink Publishing, Bogor, 2011

8. Kumpulan Artikel Hubungan International, Perang dan Damai dalam bahasa Inggris, WSI Publishing, Bogor 2011

9. Teknik Pengawetan Ikan : Pengalaman Tradisional hingga Teknologi Modern, WSI Publishing, Bogor, 2010

Posted in Uncategorized | Leave a comment

El Nino dan Kerawanan Pangan

El Niño dan Kerawanan Pangan

Iwan Febriand Vegan

Sekitar pertengahan Juli 2009, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan tentang peluang datangnya El Niño di penghujung tahun ini dan tahun 2010 kepada pemerintah.

Informasi yang telah disampaikan tersebut tentu perlu disikapi dengan tepat dan cepat oleh pemerintah. Pengalaman dampak El Niño sekitar 11 tahun yang lalu telah menimbulkan masalah rawan pangan. Kekeringan yang panjang akibat El Niño telah menyebabkan penurunan area tanam padi seluas 380 ribu ha. Akibatnya, penurunan produksi cukup signifikan terjadi yakni sekitar 1,9 juta ton dan harga beras melambung naik sekitar 300 %. Hal tersebut selanjutnya memacu pemerintah melakukan impor beras dalam jumlah yang sangat besar yakni 5,8 juta ton.

Selain masalah rentang waktu, BMKG juga menginformasikan bahwa  El Niño yang akan datang nanti tidak separah  seperti El Niño pada tahun 1998. BMKG meramalkan  El Niño lemah pada Juli hingga Agustus 2009, El Niño ‘moderate’ pada September, Oktober dan Desember 2009, serta El Niño kuat pada November 2009 dan januari 2010.

Dampak dari El Niño 2009 – 2010 ini diprediksi akan menyebabkan 80.000 – 150.000 ha lahan sawah mengalami kekeringan. Kisaran penurunan produksi antara 750.000 ton GKG/gabah kering giling (menurut Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan) dan 1,6 juta ton menurut menteri Pertanian.

Walaupun dampak negatif El Niño pada tahun 2009 – 2010 ini diprediksi tidak seberat tahun 1998 seperti yang disampaikan oleh BMKG, tetapi antisipasi dan kesiapan prima perlu selalu hadir dalam jajaran Pemerintah Pusat dan daerah agar dampak El Niño tidak terlalu besar terhadap ketahanan pangan nasional.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga ketahanan pangan nasional tetap terjaga ketika El Niño tiba, salah satunya adalah masalah menejemen logistik pangan strategis khususnya beras. Dalam 2 tahun terakhir, penyerapan beras untuk kepentingan PSO (Public Service Obligation) yang dibebankan kepada Bulog cukup tinggi. Hal inilah yang menyebabkan stok beras nasional dalam posisi aman sehingga tidak diperlukan impor. Selama ini, umumnya impor terjadi karena stok beras digudang-gudang Bulog tidak dalam keadaan memadai untuk kepentingan PSO dan kepentingan buffers stock.

Hal itulah yang menyebabkan pemerintah melakukan impor untuk mengamankan posisi stok tersebut sekalipun pada saat yang bersamaan produksi beras nasional dalam keadaan  surplus sebagaimana yang terjadi sepanjang tahun 2004 dan 2005. Pada tahun 2004 surplus beras nasional sebesar 459.557 ton tetapi tetap impor sebesar 631.856 ton, sementara pada tahun 2005 terjadi surplus 49.209 ton dan pemerintah juga melakukan impor sebanyak 304.900 ton. Jadi harus ada kemauan politik untuk meningkatkan  penyerapan beras domistik sebesar 8 – 10 % per tahun, agar tidak ada alasan lagi untuk impor beras.

Pemerintah perlu senantiasa diingatkan dalam masalah penyerapan domistik. Sebagai contoh, prognosa  pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog untuk tahun 2009 adalah 3,8 juta ton. Sampai dengan Juli 2009, pengadaan Beras Bulog mencapai 2,9 juta ton nasional. Disisi lain, Menteri Pertanian mengatakan prediksi bahwa prediksi produksi pangan nasional pada tahun 2009 masih bisa surplus beras sekitar 2,3 juta ton meskipun dalam kondisi terburuk El Niño. Jadi, adalah suatu hal yang sangat penting bagi pemerintah untuk menyerap kelebihan surplus tersebut untuk berjaga-jaga dari dampak negatif El-Niño.

Jika melihat pengalaman sebelumnya – dengan asumsi scenario El Niño yang hampir sama dengn yang terjadi 1998- langkah-langkah yang perlu dilakukan agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga antara lain adalah :

Pertama, menejemen logistik  pangan strategis, yaitu pengadaan stok beras melalui penyerapan produksi dalam negeri yang optimal. Stok beras ini harus aman untuk kebutuhan raskin dan CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang digunakan untuk kepentingan berjaga-jaga karena force majeur (bencana alam, gagal panen dan lain-lain).

Rakyat miskin termasuk sekitar 300 ribu petani lahan sempit yang sawahnya puso harus bisa akses beras dengan harga yang terjangkau. Artinya beras untuk program raskin harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Berdasarkan data BPSada sekitar 18,5 juta rumahtangga miskin tahun 2009. Dengan demikian dibutuhkan untuk kepentingan raskin sekitar 300 ribu ton per bulan. Angka tersebut masih cukup riskan karena peluang gagal panen akan menyebabkan ada tambahan rumahtangga miskin dari kalangan petani. Disamping juga Pemerintah harus menyediakan beras untuk kepentingan non-raskin dalam rangka berjaga-jaga dari dampak El Niño yang lebih buruk. Hal ini berimplikasi pada perlunya menaikkan Cadangan beras Pemerintah (CBP) dari sekitar 300 ribu ton menjadi sekitar 1 juta ton.

Kedua, manajemen produksi, yaitu antisipasi sistem pendukung produksi dari terpaan El Niño. Langkah ini hendaknya telah disiapkan oleh Pemerintah pusat dan daerah, antara lain: memperbaiki embung dan penampungan air tadah hujan, mempersiapkan pompanisasi, mematangkan persiapan pembuatan hujan buatan,termasuk memanfaatkan lahan basah atau rawa yang airnya susut untuk difungsikan sebagai area sawah, seperti yang sudah dilakukan beberapa daerah misalnya di Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan tengah untuk mensubstitusi lahan sawah yang kekeringan.

Ketiga, hendaknya kedatangan El Niño tidak dimanfaatkan untuk mempermudah impor beras. Mengapa ? Dengan mengimplementasikan manajemen logistik dan manajemen produksi seperti yang telah diuraikan diatas, maka ketersediaan pangan strategis(beras) selama terjadinya ElNiño sesunggguhnya mencukupi kebutuhan domestic tanpa perlu melakukan impor. Selain itu dipastikan harga gabah ditingkat petani akan anjlok drastic dengan masuknya beras impor. Dan ini akan semakin merugikan petani, ibarat kata pepatah sudah jatuh terimpa tanggga pula, sudah rugi karena lahan-lahan mereka banyak yang puso ditambah lagi dengan harga-harga jual produk yang anjlok karena tertekan beras impor.

Keempat, Momentum El Niño ini hendaknya bbisa dimanfaatkan untuk menginisiasi dan mengimplementasikan kebijakan diversifikasi pangan. Kebijakan ini bertujuan membiasakan rakyat mengkonsumsi makanan sehari-hari dari berbagai jenis pangan. Dengan kebiasaan makanan yang baru tersebut ketergantungan terhadapa salah satu  komoditas pangan dapat direduksi. Di era desentralisasi ini, Pemerintah pusat perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar terwujud kebijakan penganekaragaman pangan nasional yang berbasis local. Alternatif kebijakan ini antara lain: 1) Pengembangan resources untuk produksi beragam pangan local termask dukungan kebijakan harga, riset termasuk pengembangannnya untuk memacu produktivitas komoditas local nonberas di daerah. 2) Pemberdayaan masyarakat local dengan pembinaan kreativitas masyarakkat dalam memproduksi, memanfaatkan dan mengkonsumsi berbagai jenis pangan local. 3) Pengolahan dan penyediaan berbagai jenis bahan pangan dalam bentuk siap olah untuk masyarakat daerah.

Tantangan Stok Pangan 2011

Pemerintah Indonesia setiap tahun dihadapkan dengan masalah yang semakin berat dan kompleks menyangkut masalah pangan, terutama ketersediaan stok pangan yang aman bagi 240 juta jiwa penduduk Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi pangan 10 juta ton tahun 2011 ini. Masalahnya meliputi luas lahan, kualitas bibit, ketersediaan pupuk dengan harga terjangkjau oleh petani, pembukaan lahan baru, membatasi konversi lahan subur dimana setiap tahun lebih dari 100 ribu hektar dikonversi menjadi bangunan, property, jalan, jembatan dan lainnya. Kebutuhan lainnya adalah teknologi pengolahan lahan, teknologi pasca panen dan ketersediaan skema permodalan yang memudahkan bagi petani.

Selama Kementerian Dr.Suswono, Eng. sebagai menteri pertanian RI penulis mengamati cukup stabil dan terjadi kemajuan dalam tata kelola pemerintahan dibidang pertanian (hasil evaluasi KPK). Namun, kinerja DepTan masih harus ditingkatkan khususnya semangat kerja dan kompetensi para birokrat atau PNS di Departemen Pertanian seluruh Indonesia.

Dimasa depan, bencana alam, perubahan iklim dan peristiwa yang tak terduga dapat terjadi setiap waktu. Dengan demikian diperlukan persiapan dan kesungguhan dari pemerintah dan seluruh stakeholders pembangunan, khususnya menetroi Perdagangan dan perindustrian RI. Kita tidak bisa lagi memandang rasa aman dengan kecukupan pangan bulan ini untuk 240 juta rakyat kita, kita butuh persediaan aman untuk 3 tahu n kedepan atau 5 tahun kedepan. Jika mungkin kita berfikir dapat berkontribusi untuk pangan dunia dan membantu penduduk  dunia yang  kelaparan di Afrika dan Asia selatan.

Indonesia dapat berperan lebih besar karena kita memiliki factor anugerah (endowment factor) misalnya lahan pertanian yang luas, hutan yang luas, 9000 pulau yang memiliki kandungan ikan yang kaya, tambang dan mineral yang berlimpah.

Sayangnya, SDA kita sudah mulai habis dan total habis untuk kurang dari 20 tahun lagi. Sementara keuntungan perampokan SDA kita selama 60 tahun hanya dinikmati oleh segelintir pengusaha konglomerat bersama pemerintah orde lama, oirde baru dan pejabat orde reformasi saja. Sementara rakyat maypritas masih miskin (70 juta versi PBB/UNDP untuk penduduk income less than 2 US$/day).

Penulis yakin, Indonesia masih bisa jika semua ada kemauan, ada kesadaran ada pentaubatan dan ada penegakan hukum untuk selamatakan SDA dan warisan alam untuk anak cucu kita dimasa depan.

Thank and goodluck.

IFV

El Niño and Vulnerability of Food

Iwan Febriand Vegan


About mid of July 2009, Geophysics and Climatology Meteorology body (BMKG) have submitted the to come opportunity El Niño in this year end and year 2010 to government.

Information which have been submitted the of course require to be stood correctly and quickly by government. Experience of impact El Niño about 11 year is last have generated problem of food gristle. Long dryness of effect El Niño has caused degradation of area planting paddy for the width of 380 thousand ha. As a result, degradation of enough production significant happened namely about 1,9 million rice price and ton bounce up rising about 300 %. The mentioned hereinafter race government do rice import in number which very big namely 5,8 million ton.

Besides problem of time spread, BMKG also inform that El Niño which will come later not as hard as like El Niño in the year 1998. BMKG forecast El Niño is weak at July [so/till] August 2009, El Niño  ‘ moderate ‘ at September, October  and  December 2009, and also El Niño is strong at November 2009 and January 2010.

Impact from El Niño 2009 – 2010 this is predicted will cause 80.000 – 150.000 ha rice field farm experience dryness. Gyration of degradation of production between 750.000 tons GKG/seed grinds droughts (according to Deputy of Coordinating ministry of Economic, Department of Agriculture and Oceanic  and 1,6 million ton according to Agriculture minister).

Although negativity impact El Niño in the year 2009 – 2010 this is predicted not as heavy year 1998 like the one submitted by BMKG, but anticipation and readiness of prunes require to always attend in row of Area and central government to affect El Niño is not too big to resilience of national food.

There are some things needing pay attention to take care of resilience of national food remain to awake when El Niño arrive, one of them is problem of management strategic food logistics specially rice. In 2 the last year, allocation of rice for the sake of PSO (Public Service Obligation) which charged upon State Own Business on Logistics high is enough. This things causing national rice furnish in peaceful position so that be not required by import. Till now, generally importing happened because rice furnish collected space State Own Business on Logistics is not in a state of adequate for the sake of PSO and importance of buffers stock.

The that is causing government do import for protecting position of the furnish even if at the (time) of at the same produced national rice in a state of surplus as happened during the year 2004 and 2005. In the year national 2004 rice surplus equal to 459.557 ton but remain to import equal to 631.856 ton, while in the year 2005 happened surplus of 49.209 ton and governmental also do import counted 304.900 ton. So there must be willingness of politics for increasing allocation of rice domestics equal to 8 – 10 % per year, in order not to is reason again for rice import.

Government require to always reminded in problem of allocation of domestics. For example, prognosis levying of domestic rice by State Own Business on Logistics (Bulog)  for year 2009 is 3,8 million ton. Up To July 2009, levying of Rice Bulog  reach 2,9 million national ton. Other side, The Minister of Agriculture tell prediction that predicting national food production in the year 2009 still rice surplus can about 2,3 million ton though in ugly condition El Niño. So, is a[n things which of vital importance for government for permeating the excess of surplus to awake from negativity impact El-Niño.

If see experience before all – with assumption scenario El Niño which much the same to with happened 1998  efforts  needing done so that resilience of national food remain to awake inter alia is :

Firstly, management of Logistics on strategic food , that is levying of rice furnish through allocation of optimal domestic product. This safe rice furnish have to requirement of  food for the poor people  (Raskin or beras miskin) and CBP (Governmental Rice reserve) which applied for the sake of awaking by force majeur  (natural disaster, fail crop and others).

Impecunious people of inclusion about the rice field 300 thousand narrow farm farmer  can not get crops or “puso”  should be able to access rice at the price of the reached. Mean rice for program  on food for poor people  have to be available in amount of enough. Based on data BPS any about 18,5 million of household is impecunious year 2009. Thereby required for the sake of food for the poor people  about 300 thousand ton per month. The number still be enough food for the poor because opportunity fail crop will cause is additional household is impecunious from circle of farmer. Beside also Government have to provide rice for the sake of non-food for the poor  for the agenda of awaking from impact El Niño worse. This thing is implication at the importance of boosting up Governmental Rice Reserve (Cadangan Beras Pemerintah) from about 300 thousand ton become about 1 million ton.

Second, production management, that is production supporter system anticipation from vulnerability of El Niño. This step shall have been provided by Area and central government, for example: improvement of dam and repair barrage and relocation of cistern of rain water, draw up hydro of pump, mature preparation of rainmaking of re-engineering, including exploit the water bog or wetland dwindled to be functioned as rice field area, like the one have been done some areas for example in Floating, South Sumatra, Kalimantan, Barat, Kalimantan, Selatan, and Kalimantan is middle for rice field farm substitution which dryness.

Third, shall arrival of El Niño is not exploited to water down rice import. Why ? With production management and logistics management implementation like the one have been elaborated by superior, hence availability of strategic food (rice) during the happening of El Niño in fact answering the demand [of] requirement of domestic without require to do import. Besides ascertained by was shell of rice price of level of breakout farmer drastic to entry of rice imported. this situation would progressively harm farmer, aphorism word supposing have fallen next to press doorstep, have lost because their farms a lot are “puso” or failed to crops added again with products sells prices which breakouts by depressing rice importing.

Fourth, this El Niño momentum shall can be exploited for policy of food diversification implementation and initiation. This policy aim to accustom people consume everyday food from various foods types. With the new habit of food of dependence to one of food commodity can be reduced. In this decentralization era, Central government require to co-ordinate with local government to presentation of policy of diversification of national food being based on local. alternative of This policy for example:

1) Development of resources for immeasurable production of food of local cum support of policy of price, research into including the development to race commodity productivity local food other than rice in area.

2) Enable of public local with construction of public creativity in producing, exploit and consume various types of food of local.

3) Preparation and processing various foods material types in the form of ready process for areas publics.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jeritan Rakyatku (Poetry)

Jeritan Rakyatku

IFV*)

Kisah disebuah tempat pembuangan sampah

aku berjumpa saudaraku senasib seprofesi

aku berjumpa orang-orang berjuang

aku berjumpa orang-orang nista

aku berjumpa orang-orang mengais sampah

hei bung!, seorang tak kukenal menyapaku

siapa kamu dan mengapa kamu kemari

Disini tempat pembuangan

pembuangan sampah

sampah orang-orang kota

orang-orang kota yang kaya raya

kaya uang, kaya harta, kaya mobil, kaya rumah kaya segalanya,

kaya hasil kejahatan

kaya hasil korupsi

kaya hasil dosa hina

Disinilah tempat pembuangan sampah

aku menjawab ya! disini tempat pembuangan sampah

aku hendak mengais sampah untuk sesuap nasi

sesuap nasi untuk menyambung hidupku

aku masih ingin hidup

mereka menerimaku dan mengajakku melihat-lihat disekeliling

lihatlah dibagian kirimu

itu saudaramu yang terluka demi mengais sampah

itu saudaramu yang kurus lapar demi mengais sampah

itu saudaramu yang tuna wicara mengais sampah

itu saudaramu yang buta membersihkan sampah

lihatlah dibagian kananmu

itu saudaramu yang tua renta mengais sampah

itu saudaramu tuna rungu mengais sampah

itu saudaramu yang tuna wisma mengais sampah

itu saudaramu ya itu semu saudaramu

Bogor, Januari 2010

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Use your Brain

Hello Everybody,

Almost people is never make freedom they have, for example freedom of thought, as compensation they need freedom of expression, freedom of speak and so on.

In the Name of Allah the Most gracious and merciful, as human being we have completely resources to praise of all for the God and to campaign all people with  good behavior, right attitude, mingle with the others. But the most importance we can use “our thought”  to increase good ideas, create new change to support the progress of social change movement as well as the Holly Book Guidance “Al-Quranul karim”. There is no God but Allah and Muhammad SAW the messenger of Allah. In which all human being have task and duty to campaign of the truth and good behavior, nothing except.

Everybody can do the best of their task and duties for to keep the world, to keep our land, our environment, our planet, to keep our relationship between the people and other human being. We have mandate from Allah to do the best for our life, to day and next day. Nobody can say that they don’t have responsibility to do the best for their life.

Remember the short wise word “Today is better than yesterday and tomorrow is better than today”. The message everybody can do what you want but you should like to do best for your life day to day. Do the best, get the best. What do you do today, that you can get tomorrow, exactly.

Look at my simple tips to get the good behavior;

first, prepare the best of plan and consistence to create and improving the plan

second, do it  what is your plan with the best action and consistence to improving for to get the high distitinction

third, monitoring and evaluation your plan and action and consistence to improving if any mistake. It doesn’t matter if any mistake. Somebody is never make mistake is never make anything new.

So ok, please plan, do and evaluation. I believe you can do the best.

Thank and goodluck

IF Vegan

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Kekuatan Rasio Manusia (Edisi 1)

KEKUATAN RASIO MANUSIA[1]

Iwan Febriyanto Vegan*)

Rahasia Matematika dalam Fenomena Alam Semesta

Menurut pandangan kaum Platonis, kita tidak menciptakan Matematika, akan tetapi kita menemukannya. Selanjutnya pandangan kedua dari Plato, dalam realitas terdapat dunia fisik. Objek-objek dari aturan-aturan matematik menikmati eksistensi independen: mereka melampaui realitas fisik yang berhadapan dengan panca indera kita. C.S Pierce menyatakan bahwa adalah mungkin kalau ada rahasia tertentu dalam matematika yang tetap harus diobservasi. Pandangan berseberangan dari kaum Platonik adalah Teorema Ketidaklengkapan dari  Kurt Godel, didukung oleh ahli fisika Eugene Wigner menulis tentang efektifitas yang tidak masuk akal dari matematika dalam ilmu pengetahuan alam. Sekali lagi kita jangan melupakan pandangan ahli astronomi James Jeans sekali waktu pernah menyatakan bahwa Tuhan seorang matematikus. Keyakinan ini tentu saja memperkuat pandangan penulis bahwa struktur berhitung dalam fikiran Tuhan sangat sempurna.  Struktur fisik alam semesta yang ditopang oleh unsur-unsur sangat kompleks khususnya planet bumi yang menjadi tempat terindah dan paling nyaman bagi kehidupan mahluk hidup. Tersedianya atom Hidrogen (H) dan atom Oksigen (O), membentuk molekul air (H2O) dalam jumlah yang berlimpah dan seimbang.

Ide bahwa dunia fisik sebagai manifestasi dari harmonisasi dan tatanan matematis telah digagas oleh folosof Yunani; Aristoteles, Euclides, Plato . Selanjutnya ilmuwan Muslim juga banyak belajar dari karya-karya klasik ini melalui para filosof dan kaum intelektual. Sejumlah nama besar nan Agung Ibnu Sina, Ibnu Rusd, Al-Khawarizmi, Ibnu Khaldun, Al-Ghozali, Al-Jabar dan ratusan ilmuwan lainnya yangbermukim di Baghdad hingga Bosnia, Transoxania hingga Ottoman. Karya mereka berjumlah ribuan dalam berbagai bidang meliputi kedokteran, Matematika, Ekonomi, Kimia, Arsitektur, Hukum dan bidang lainnya. Melalui karya-karya ilmuwan muslim inilah peradaban Eropa menemukan jalannya menuju kejayaan dan kegemilangan. Diawali era renaissance (kebangkitan kembali) muncullah ilmuwan semasanya. Galileo, Newton, Descartes melalui pembacaannya “Buku Alam” tertulis dalam bahasa matematis. Ilmuwan besar ini sukses meruntuhkan pandangan gereja orthodox sekaligus kaum peramal, penyihir dan mistis kristus yang meletakkan alam semesta secara jumud, kaku dan sacramental. Mereka meyakini ada kekuatan ilahiah eksakta atas keteraturan alam semesta. Dengan demikian mereka juga meyakini bahwa ada tangan yang mengatur jagad raya ini. Anda tentu saja sudah tahu, siapa yang maha sempurna itu?

Baiklah untuk lebih jelas mengenai pertentangan Godel dan Plato, mari kita perhatikan contoh berikut ini : “Dua puluh tiga adalah bilangan prima terkecil yang lebih besar dari dua puluh”. Statemen ini mungkin saja benar tetapi mungkin saja salah. Menurut penulis, memang ia benar. Namun pertanyaan selanjutnya apakah statemen itu benar dalam pengertian absolut nir-waktu. Apakah pernyataan itu benar sebelum penciptaan/penemuan bilangan prima? Kaum Platonis menjawab ya, karena bilangan prima eksis secara abstrak, tanpa memperdulikan apakah manusia mengetahuinya atau tidak. Sedangkan kaum formalis/Godel akan menolak pernyataan itu karena tidak bermakna. Mari kita perhatikan apa sesungguhnya yang difikirkan oleh kaum matematikus profesional dan mayoritas ahli matematika. Kenyataan yang tak terelakkan bahwa ketika kita sebagai ahli dan pencinta matematika sedang  mengerjakan matematika sesungguhnya kita sedang terlibat dalam penemuan, sebagaimana halnya dalam sains eksperimental.

Menarik untuk menyimak ahli matematik, Rudy Rucker memikirkan obyek matematis yang mencakup sejenis ruang mental – yang disebutnya “Mindscape”, tepat seperti obyek fisik yang kita kenal sebagai ruang fisik. Rudy Rucker menyatakan bahwa seorang periset matematika ulung dan serius adalah seorang penjelajah Mindscape yang dalam banyak hal sama dengan penjelajah Niel Amstrong, Livingstone dan Coustean yang menjadi penjelajah sisi fisik dari alam semesta. John Barrow menguatkan aspek psyche sang penyelidik dalam penemuan independen matematika. Penrose memperkuat bahwa cara para ahli matematika menemukan dan mengkomunikasikan hasil-hasil matematika kepada satu sama lain adalah bukti tentang dunia Platonik, atau Mindscape. Jangan lupa lengkapi wawasan anda melalui pemikiran ahli matematika Perancis Jacques Hadamard, Henri Poincare. Lanjutkan dengan menelusuri pengakuan ahli fisika lain yang memiliki visi Platonik, Henirich Herzt, orang pertama yang menemukan dan mendeteksi gelombang radio dalam laboratorium. Hertz mengatakan bahwa : “Orang tidak dapat menghindar dari perasaan bahwa rumus-rumus matematis ini memiliki eksistensi independen milik mereka sendiri, dan mereka lebih bijaksana daripada para penemunya sekalipun.

Semakin unik lagi ilustrasi Richard Feynmann berikut ini : “Persoalan eksistensi adalah persoalan yang sangat menarik dan sulit. Jika anda mengerjakan matematika, yang secara sederhana menyelesaikan konsekwensi-konsekwensi dari berbagai asumsi, anda akan menemukan umpamanya sesuatu yang mengherankan jika anda menjumlahkan “pangkat tiga bilangan bulat”. 13=1, 23 = 8 atau 2x2x2, selanjutnya 33 = 27 atau 3x3x3. Jika anda menjumlahkan pangkat tiga dari bilangan-bilangan ini  1+8+27 maka hasilnya 36. Misteri ini adalah kudrat dari bilangan yang lain yaitu 6. Nah, bilangan ini adalah jumlah dari bilangan–bilangan bulat yang sama yakni 1+2+3…….. misteri berikutnya dari fakta ini muncul dibenak kita “Dimanakah itu, apakah itu, dimanakah ia berada, realitas apakah yang dimilikinya? Jadi pertautan perasaan memandang realitas melahirkan lompatan imajinasi kita bahwa realitas itu sudah ada sebelum kita. Semakin membingungkan lagi ketika realitas ganda dipertautkan dengan realitas alam semesta, nah dalam konteks inilah Fisika juga menghadapi kesulitan ganda.

Esensi Sains dan Regularitas alam semesta

Apakah sesungguhnya esensi sains? Sains membentangkan pola-pola dan regularitas-regularitas dalam alam dengan menemukan pemampatan-pemampatan algoritmik dalam observasi. Kemajuan dalam sains seringkali menantang ilmuwan memecahkan kode-kode kosmik, menggali dan menguak data mentah yang tersembunyi. Yah, sebagaimana kita mengerjakan teka teki silang, demikianlah sains fundamental. Semakin banyak petunjuk, semakin banyak temuan kearah pemecahan misteri alam semesta. Nah, disinilah kekuatan Rasio manusia diuji sebgai anugerah karunia  Tuhan, apakah manusia mau dan mampu menggunakan akal-fikiran yang dianugerahi Tuhan atau tidak? Kekuatan intelektual, rasionalitas adalah sebuah keniscayaan bagi usaha “membuka tabir rahasia alam semesta”. Sayang sekali manusia saat ini termasuk ummat Islam masih banyak yang jumud, takhayul, mistis, tidak rasional, tidak pakai akal sehat, terlalu ritualistik, agama formalistis. Akibatnya ummat semakin bodoh dan sulit menguak rahasia Tuhan, sulit menggunakan akal sehat dan fikiran atas karunia Tuhan. Ayat-ayat Tuhan yang “Kauniah dan Mutasyabihat” sesungguhnya memiliki makna dan arti yang mendalam. Ayat-ayat ini harus ditafsirkan dan difikirkan dalam kerangka analisa rasionalistik untuk menemukan hubungan  kausalitas maupun eksisting. Ayat-ayat Tuhan sebagaimana dalam keyakinan Muslim tentang “Cahaya” Nur atau Nurun ‘ala nuurin. Cahaya diatas cahaya, ayat ini hanya dapat difahami oleh mereka yang berilmu, rasional dan mampu memaknai rangkaian kode-kode kosmik dengan hukum-hukum fisika. Tuhan memang menghendaki manusia berfikir dan menggunakan kemampuan rasionalnya dalam memahami apa maksud Tuhan menciptakan alam semesta (Lihat Surah An-Nur : Al-Qur;anul Karim.)

Teori dentuman besar (Big Bang Theory) dan teori lain termasuk lompatan kosmik dan cahaya telah banyak membantu kita dan mendekatkan pengetahuan kita tentang lahirnya jagad raya. Time and Universe memang menjadi misteri paling menakjubkan khususnya bagi para ilmuwan dan mereka yang mencintai sains. Realitas fisik atau perasaan mental sebagimana diyakini kaum Platonik pada dasarnya telah ada diterangkan dalam keyakinan Muslim dan ayat-ayat Tuhan dalam firmanNya Al-Qur’anulkarim. Sayangnya, mayoritas ulama dan kaum muslimin cenderung lebih memilih ayat-ayat Tuhan yang mengatur hubungan moralitas dan janji-janji Tuhan, Pahala dan Dosa, pengertian sempit amal ibadah dan ritualistik yang lebih dipengaruhi budaya lokal yang paganistik dan bentuk baru berhalaisme. Inilah jebakan iman yang paling berbahaya sedang melanda ratusan juta kaum muslimin khususnya di bentangan benua Asia tempat dimana 1 milyar muslim memiliki hubungan kultural yang kuat dengan keyakinan pagan, politeistik, mistisime dan bentuk kesesatan lainnya. India, Pakistan, Bangladesh, Indonesia dan beberapa belahan Afrika merupakan tempat dan pusat pertumbuhan muslim dengan karakter multi-kultural dan pola-pola keyakinan lokal yang unik. Namun, laporan UNDP  mengenai accelelerated of IPM ternyata 10 negara muslim mengalami percepatan yang fantastik termasuk didalamnya Indonesia, Tunisia, Saudi Arabia, Oman dan lainnya. Namun IPM Indonesia tahun 2010 masih pada urutan 108 naik sedikit dari tahun sebelumnya 112 dari 150 negara.

Manusia: Pendekatan Evolusioner dan Biologi genetic

Perdebatan darwinisme sudah dan masih saja terjadi baik dalam ranah darwinisme biologi, sosial, politik dan persinggungannya dengan ideologi kontemporer. Padahal otak manusia atau otak kita telah tersusun dalam respon terhadap tekanan-tekanan lingkungan, contohnya kemampuan berburu, memangsa dan menghindar dari pemangsa, mengelak dari benda jatuh dan seterusnya. Lalu apa dan bagaimana hubungan impuls otak dan perkembangannya terhadap penemuan hukum-hukum elektromagnetik dan struktur atom? Pertanyaannya bagaimanakah kekuatan evolusi otak manusia? Bagaimana hubungannya dengan konstruksi berfikir? Kontribusi pendidikan SD, SMP, SMA, PT dan berapa lama waktu dibutuhkan agar seseorang memiliki kemampuan mencapai kualitas abstrak? Kualitas pemahaman dan penguasaan teoritis rahasia alam semesta? Sejumlah penelitian melaporkan bahwa dibutuhkan waktu minimal 15 tahun bagi seorang mahasiswa cerdas untuk mencapai penangkapan yang memadai terhadap matematika dan sains agar memberi kontribusi nyata bagi riset fundamental. Secara kasuistik juga ditemukan anak-anak atau mahasiswa cerdas (student outstanding) pria dan wanita berusia duapuluhan dengan kemampuan menakjubkan, lebih matang lagi di usia tigapuluhan.

Newton, pada usia duapuluh empat tahun ketika menemukan hukum gravitasi. Dirac masih seorang mahasiswa doktoral ketika dia merumuskan persamaan gelombang relativistiknya yang membawa kita kepada penemuan anti-materi. Einstein pada usia duapuluh enam ketika   dia bersama-sama meletakkan teori relativitas khusus, fondasi-fondasi mekanika statistik, dan efek foto listrik dalam beberapa bulan gemilang dari aktivitas kreatifnya. Habibie pada usia 24 tahun menemukan teori Crack di Jerman. Memang ada kontradiksi dan pertentangan dari ilmuwan tua karena terkait wibawa, legitimasi dan menurunnya kontribusi kemampuan mereka. Kombinasi kemampuan otak, kemajuan pendidikan dan kreativitas sangat tergantung pada diri sang ilmuwan. Sebab itulah “pintu kesempatan” khususnya kesempatan emas  sangat singkat dan berangsur-angsur berkurang setelah seseorang berusia empatpuluh tahunan, khususnya kesempatan untuk membentuk kontribusi nyata terhadap invensi teori-teori baru rahasia alam semesta. Singkatnya, anak-anak kita sekarang harus dididik, dibimbing dan dilatih untuk menguasai teori-teori fisika, matematika dan rahasia jagad raya sebelum mereka berusia duapuluhan tahun.

Usia 1 sampai 5 tahun mereka sudah harus menguasai fiska dasar, bahasa dan matematika dasar dengan baik, Usia 6 sampai 12 tahun harus menguasai teori fisika Newton, Einstein, Immanuel Kant, Galileo, Neils Bohr dan ilmuwan lainnya, menguasai bahasa tingkat tinggi, matematika statistik, matematika lanjutan. Usia 13 sampai 20 mereka sudah harus mampu membuat sintesa dan invensi baru dan fondasi teori atau anti-thesa teori sebelumnya dibidang Fisika, Matematika dan keterkaitannya. Pada usia 20 sampai 30 mereka berkontribusi secara nyata baik dalam teori maupun pengembangan rahasia fisika, matematika yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, industrialisasi, teknologi dan inovasi lainnya.

Pertanyaannya bagaimana dengan pendidikan di Indonesia? Bagaimana dengan pendidikan kaum muslimin? Jawaban pertama pendidikan di Indonesia masih tertinggal sangat jauh baik dalam kualitas maupun dalam kesungguhan komitmen pemerintah dan masyarakat. Strategi pendidikan kita salah, orientasi salah, kebijakan salah, target sangat rendah dan distorsi. Pendidikan kita gagal menjawab tantangan teknologi, pembangunan, inovasi dan industri, kompetisi dan kemajuan bangsa.Kebijakan kita tidak konsisten, berubah dan terus menerus dirubah sesuai selera menteri atau pergantian penguasa.

Proporsi anggaran (APBN) kecil dan sangat rendah selama 63 tahun merdeka, perubahan agak membaik baru terjadi tahun 2009 APBN 20 % Pendidikan. Jadi kini diperlukan Skema Pro Education Budget artinya proporsi anggaran APBN dan APBN yang peduli dan memihak pada pendidikan rakyat. Jawaban kedua tentang ummat Islam termasuk Umat Islam Indonesia sangat tertinggal, jauh tertinggal dari umat lain khususnya kaum Nasrani Katholik maupun Protestan di Amerika, Eropa (Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Israel, Italia, Spanyol, Rusia dan blok benua lainnya). Lembaga Pendidikan Islam kebanyakan terbatas pada studi agama dan masih memandang secara dikotomis antara Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum. Ummat Islam terjebak hanya belajar Agama secara tradisional, padahal tantangan global mengharuskan setiap orang sadar IPTEK, tolerans, progresif dan modern, holistik dan menguasai IPTEK, rasional dan selalu membangun kerangka logika memandang realitas empirik alam semesta, kehidupan sosial, ekonomi dan kultural. Lalu bagaimana solusinya ?

Ummat Islam harus merubah cara pandang secara ekstrim kearah lebih moderat dan rasional dengan mendorong anak-anak muslim mempelajari IPTEK secara serius dan istiqomah. Menguasai IPTEK wajib bahkan fardu ‘ain bagi setiap muslim. Pendidikan dirubah dan diperbaiki secara ekstrim, anak-anak wajib belajar dan diajarkan IPTEK sejak usia 3 tahun hingga remaja, kemudian menguasai dan melakukan invensi. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini sedang tumbuh berkembnag bagaikan jamur di musim hujan. Namun sejauh studi dan evaluasi saya PAUD tidak melakukan inovasi, metode dan materi ssama dengan TK, hanya bermain, berbaris, menangis  lalu anak-anak pulang. Paradigma PAUD harus diperbaiki dengan mengembangkan benchmarking dan best practice sebagai contoh.

Sekolah Dasar Islam j (Madras Ibtida’iyah) juga secara umum masih tertinggal. Data agregat melaporkan bahwa pusat-pusat keunggulan dan prestasi masih didominasi sekolah SD swasta Katholik, kemudian SDN binaan Diknas di pusat kota. Namun factor input pada dasarnya sama potensial untuk unggul, namun belum cukup jumlah guru-guru yang baik dan berkualitas. Variabel ekonomi juga berpengaruh dimana SD Islam dipelosok dan pedesaan relative dipenuhi oleh siswa-siswi dengan kondisi ekonomi kurang mampu atau golongan bawah. SMP Islam (Madrasah Tsanawiyah) juga menghadapi masalah yang sama.

Tuntutan kualitas yang terus menerus semakin meningkat memaksa seluruh institusi pendidikan Islam harus menyesuaikan diri dan bersaing secara ketat, suka atau tidak suka. Pilihan realistis adalah memperbaiki secara cepat dan tepat seluruh system, kualitas guru, standadisasi kurikulum, visi, misi hingga jaringan dan efektifitas belajar maupun alokasi anggaran. SMA Islam (Madrasah Aliyah) agar bervariasi karena kini ada fenomena munculnya sekolah Islam (MAN) unggulan seperti Insan Cendekia Madani, Smart Ekselensia dan beberapa Sekolah Unggul lainnya. Namun jumlah mereka terlalu sedikit sehingga kenyetaan agregat melaporkan bahwa kualitas MA Islam masih tertinggal dan belum kompetitif. Beberpa ajang lomba nasional dan internasional masih didominasi sekolah Katholik dan Sekolah negeri unggulan.

Agama harus menjadi kekuatan nilai dalam keluarga bukan ranah pengetahuan saja, namun nilai-nilai, motivasi dasar dari pengetahuan kita tentang ayat-ayat Tuhan mendorong setiap anak untuk menyukai Fisika, Matematika, Kimia, Biologi dan Bahasa asing secara baik, professional dan berkualitas. Sains Fisika dan Matematika juga bidang lainnya tidak cukup sekedar dicintai, namun harus dikuasai, dimengerti, diaplikasi, diuji, dikompetisi dan di-invensi. Ini semua hanya mungkin jika ada inovasi serius dan fokus melalui penyelenggaraan pendidikan berkualitas dan inovatif, kreatif serta inventif.

Sejauh ini selama 20 tahun saya dan isteri telah bergelut dengan dunia pendidikan dan membimbing anak-anak meraih keunggulan, mulai dari Lombok barat (Rembiga) selama 2 tahun kemudian kami pindah ke Ende-Flores-NTT  di Pesantren tarbiyatul Islamiayah selama 2 tahun, kemudia kami pindah ke Madandan Toraja setahun dan di Ubud Bali setahun. Selanjutnya kami bergabung dengan SMP dan SMA Yayasan Al-Azhar 1 Jakarta selama 4 tahun, selanjutnya selama 2 tahun dengan Perguruan Bina Insani dan kami menetap di Bogor dan mendirikan Children Library School dan Home Schooling for Science and Art sejak tahun 1999 hingga kini sudah 11 tahun.

Kami menulis dan mempublikasikan berbagai buku, esaay dan artikel imiah mengenai pendidikan dan  tema lainnya. Kami sangat senang berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Terima kasih.

*) Iwan Febriand Vegan, adalah peneliti dan penulis multi-disipliner bidang teknologi, pertahanan-keamanan dan intelijen, ekonomi, industry, arsitektur, tata pemerintahan, politik dan seni. Berbagai artikel juga dibidang sektoral terkait isu kesehatan, pertambangan, pertanian, pendidikan, music, film dan strategi bagi perbaikan tatanan social-ekonomi masyarakat.  Tinggal di Bogor bersama Istri Rini Nurulita dan kedua putrinya Cholila dan Cholida. Dapat dihubungi pada Hp. 081317942168 dan email: troisebien@yahoo.com atau wsi-corplink@yahoo.com. Silahkan buka web kami www.worldprosperousnow.tk dan dilengkapi dengan blog virtualbright.wordpress.com


[1] Materi ini pernah dipresentasikan pada Pelatihan Metodologi Penelitian Siswa Kelompok Ilmiah Remaja SMAN 9 Bogor dan Siswa Unggulan Home Schooling  for Science and Art di Bogor tahun 2010.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

HUTAN KOTA

STRATEGI PEMBANGUNAN HUTAN KOTA BOGOR DALAM RANGKA MEWUJUDKAN BOGOR GREEN CITY

KARYA TULIS INI BERHASIL JUARA III DALAM

LOMBA MENULIS ESSAY (LME)

UNI KONSERVASI FAUNA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR TAHUN 2010

Pendahuluan

Dalam sejarah kehidupan ummat manusia di planet bumi, hubungan antara manusia dengan makhluk hidup lainnya tidak dapat dipisahkan. Hubungan antara manusia dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial sangat erat dan terpadu, saling melengkapi dan saling membutuhkan. Hubungan manusia dengan lingkungannya  melahirkan apa yang disebut dengan rantai kehidupan. Perkembangan rantai kehidupan dan ekosistem sejak  dahulu lebih cenderung kepada gerakan konservasi atau usaha-usaha pelestarian.

Namun dalam perjalanan sejarah kontemporer manusia terjadi perkembangan kebutuhan dan keinginan. Ketika keinginan (wanted) lebih dominan daripada kebutuhan (needed) maka terjadi eksploitasi terhadap kemampuan lingkungan untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Pertarungan antara kebutuhan dan keinginan inilah yang melahirkan sejumlah masalah dalam mempertahankan kelangsungan hidup manusia. Hal ini tercermin pada pertarungan antara usaha pelestarian lingkungan  dan pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan ekonomi.

Dalam kaitan dengan pembangunan hutan kota ada kebutuhan terhadap ruang terbuka hijau (RTH) untuk wilayah kota Bogor dan sekitarnya secara seimbang untuk jangka waktu panjang. Kebutuhan ini sesungguhnya bukanlah semata-mata hanya  pencerminan kaum pencinta lingkungan atau sebagian kecil warga masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan pencinta alam dan lingkungan melainkan telah menjadi kebutuhan umum dan harapan bersama sebagai warga kota Bogor. Kebutuhan terhadap ruang terbuka hijau merupakan kebutuhan yang bersifat rasional dan manusiawi, karena manusia secara lahiriah dan batiniah sangat membutuhkan kehadiran makhluk hidup lain disekelilingnya baik itu tanaman dan binatang serta komponen pelengkap ekosistem lainnya.

Perkembangan harapan dan kebutuhan masyarakat juga didasarkan pada kecenderungan naluriah dan alamiah bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat diiringi dengan perkembangan kota yang eksesif dan ekspansif cenderung semakin cepat dan mengalahkan kepentingan pelestarian lingkungan. Jika kondisi ini dibiarkan terus berlangsung  tanpa pengawasan dan perbaikan maka dimasa depan luas areal ruang terbuka hijau kota Bogor akan semakin berkurang. Dampak selanjutnya adalah polusi meningkat, kelembaban udara semakin panas, kemacetan semakin meningkat dan masalah kriminalitas semakin marak dalam masyarakat.

Kerinduan hadirnya hutan kota yang sejuk, nyaman, Indah dan lestari sangat bermanfaat bagi kegiatan rekreasi keluarga dan masyarakat. Bahkan jika hutan kota dikelola dengan baik dapat menjadi daerah tujuan wisata alam yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi penciptaan lapangan kerja, menambah pendapatan bagi pemerintah daerah melalui pajak, serta berbagai bentuk penerimaan langsung dari kegiatan wisata seperti jasa perhotelan, restaurant, pemandu wisata, pedagang suvenir dan cenderamata.

Pertanyaannya adalah apakah rencana pembangunan hutan kota Bogor telah dilaksanakan secara baik dan benar? Selanjutnya ruang terbuka hijau (RTH) yang tersedia saat ini apakah telah cukup untuk menjaga keseimbangan upaya pelestarian (konservasi) lingkungan dan upaya perkembangan kota kearah kepentingan komersil, niaga dan tata pemerintahan? Sejumlah pertanyaan inilah yang  selanjutnya akan saya bahas pada bagian pembahasan.

Tinjauan Pustaka

Hutan dan kota merupakan dua kata yang memiliki makna yang berbeda jika dipisahkan satu persatu. Hutan mengacu pada pengertian bagian dari alam dan lingkungan dalam kehidupan manusia yang mangandung makna pelestarian (konservasi) atau setidak-tidaknya cenderung untuk dilestariakan daripada dimanfaatkan untuk tujuan komersial. Sedangkan Kota menuruf Tarsoen Waryono,[1] seorang dosen Geografi pada MIPA Universitas Indonesia menyatakan bahwa Kota mengacu pada sejarah perkembangan manusia secara politik, tata pemerintahan dan ekonomi dimana kota berasal dari desa yang telah berkembang menjadi kota kecil selanjutnya berkembang menjadi kota besar dan seterusnya. Jadi maknanya bersifat ekspansif dan eksesif. Hal ini sesuai dengan pandangan ahli sosiologi perkotaan Lewis Munford dalam Rahardjo (1983) bahwa sejarah kota berasal dari kota eliopolis (kota baru) kemudian berkembang menjadi metropolis (kota induk), kemudian menjadi megapolis (kota besar) kemudian menjadi tiranopolis (kota kejam) dan akhirnya menjadi necropolis (kota mati)[2]

Bank Dunia[3] pada tahun 1980-an membuat standard untuk mengenali kota dari aspek populasi dan pemukiman kedalam 3 kelompok penting yakni pertama, urban yakni pemukiman dengan jumlah populasi lebih dari 20.000 jiwa, kedua, cities yakni pemukiman dengan jumlah penduduk diatas 100.000 jiwa, dan ketiga, big cities yakni apabila jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa. Berdasarkan fungsi dan tujuan pembangunan kota dapat kita perhatikan dari aspek ekonomi dan sosial. Menurut Hat and Reiss (1959) dalam Zoer’aini Djamal Irwan, bahwa kehadiran kota adalah untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kegiatan ekonomi penduduk yang selalu berkembang yang mendukung dan melayani faktor-faktor kota yang saling mempengaruhi sebagai berikut; pertama; kota sebagai pusat berbagai kegiatan untuk daerah sekitarnya. Kota-kota itu cenderung merupakan ruang produktif yang luas. kedua; kota sebagai tempat transportasi dan merupakan “break of bulk”. Transportasi kota merupakan pelayanan sepanjang rute transportasi, sehingga daerah-daerah yang terpencilpun, dapat dicapai dengan mudah karena letak jalur transportasi kota yang strategis. ketiga; kota sebagai titik konsentrasi pelayanan khusus[4].

Mengacu pada keterangan diatas, maka kota Bogor dapat dikategorikan sebagai kota “cities” karena memiliki jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa, bahkan jika digabung dengan penduduk kabupaten Bogor jumlah mencapai 6 juta jiwa, masuk kategori “big cities”. Masalah yang dihadapi kota Bogor saat ini meliputi masalah transportasi kota yang masih semrawut dan sering macet oleh angkutan kota, kemudian perencanaan pengembangan kota yang kurang progresif selama beberapa dekade ini. Masalah lain terkait dengan visi kearah kota jasa dimana pembangunan kota Bogor  seharusnya saling menunjang antara pembangunan hotel, transportasi kota yang layak seperti taksi, restaurant, gallery seni, pusat kerajinan tangan, tujuan wisata alam, budaya dan sarana rekreasi lainnya. Dan hal paling penting diperhatikan oleh pemerintah kota Bogor adalah upaya melestarikan RTH hutan kota bahkan mengembangkannya dengan memanfaatkan lahan-lahan terlantar dipinggir jalan menjadi taman bunga, lahan kosong disekitar gardu listrik, serta hutan kota diwilayah industri.

Kota Bogor diapit oleh dua gunung yakni gunung Gede – Pangrango dan gunung Salak. Secara administratif  termasuk dalam propinsi Jawa barat, berjarak 50 km dari Jakarta. Kota seluas 11.850 Ha ini dihuni 980.000 jiwa tersebar di 6 kecamatan dan 68 kelurahan. Luas lahan pemukiman sangat dominan yakni 70% tata guna lahan di kota Bogor. Dengan ketinggian 190-350 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata 25oC. Curah hujan rata-rata kota Bogor adalah 4000 mm per tahun. Dua sungainya yang terkenal yaitu sungai Ciliwung dan sungai Cisadane. Pada tahun 2005 kota Bogor bergabung sebagai anggota International Councils for Local Environment Initiative (ICLEI), dengan komitmen mengikat untuk mengurangi gas rumah kaca dan bentuk kepedulian lain pada lingkungan.[5]

Keunggulan kota Bogor adalah memiliki potensi wisata alam dan ilmiah diantaranya, Kebun Raya Bogor seluas 87 Ha, Istana Kepresidenan sebagai obyek wisata sejarah dan budaya seluas 28,8 Ha, Museum Etno Botani sebagai obyek wisata ilmiah seluas 1.600 m2. Museum Zoology sebagai obyek wisata ilmiah 1.500 m2, Taman wisata Situ Gede kawasan hutan kota bernuansa pedesaan dan perkmapungan air danau. Selain itu masih terdapat ratusan tempat dan lokasi wisata alam yang indah dan nyaman bagi kegiatan rekreasi maupun ilmu pengetahuan.[6]

Menurut International United Conservation Natural (IUCN)[7] dalam rangka pengembangan sebuah hutan kota diperlukan langkah-langkah  penelitian dan landasan ilmiah yang terkait dengan jenis vegetasi tetap serta kesesuaiannya dengan berbagai aspek topografi, hidrologi, lingkungan, ekologi dan sejarah keberadaan setiap tempat dan wilayah, atau aspek toponimi atau penamaan bentuk rupabumi.

Dalam pengembangan hutan kota juga diperlukan adanya zonasi yang ketat dan tepat, misalnya zonasi untuk wilayah tertentu lebih cocok untuk tanaman tertentu seperti pohon Jati ( Tectona grandis), meranti (Shorea spp), kopi (Cofea spp), karet (Hevea brasiliensis) dan beberapa jenis lainnya. Namun tidak salah juga apabila Hutan Kota Bogor mengembangkan pola seperti misi Kebun Raya Bogor yakni upaya pelestarian berbagai jenis dan spesies tanaman tropis dari seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian alangkah indahnya jika visi ini juga dikembangkan tidak hanya terbatas  di Kebu Raya Bogor (Bogor Botanical Garden). Dengan demikian dibutuhkan zonasi yang khususnya mengembangbiakkan jenis tanaman yang berasal dari daerah lain Indonesia, misalnya dari Indonesia Timur seperti cengkeh (Zizigium aromaticum), pala (Myristica fragrans), matoa (Pometia sp), kayu hitam (Dyopiros celebica), cendana (Santalum album) serta ratusan jenis lainnya yang menjadi keistimewaan kawasan Indonesia Timur.

Berdasarkan teori bioregion, pengembangan hutan kota juga mengacu pada biogeografi yang disesuaikan dengan jenis tanaman tropis, cagar-taman buah, serta tumbuhan maupun bunga-bungaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota Bogor. Jika dikelompokkan secara umum setidak-tidaknya harus dikembangkan beberapa keragaman kekayaan jenis dan spesies tanaman diantaranya kawasan budidaya tanaman hutan kota,  tumbuhan cagar buah, agroforestry kearah tanaman obat-obatan dan hortikultura,  terakhir kawasan tanaman hias perkotaan.

Menurut Nancy Lee Peluso[8] dalam bukunya yang berjudul Hutan Kaya, Rakyat Melarat mengisahkan tentang degradasi hutan di pulau Jawa, khususnya bagaimana penguasaan sumberdaya dan perlawanan di Jawa. Peluso menekankan bahwa hutan di Indonesia telah mengalami degradasi yang sangat memprihatinkan khususnya hutan di pulau Jawa. Selanjutnya Peluso mengingatkan bahwa rimbawan, pencinta lingkungan dan para pihak yang memiliki kepedulian pada pelestarian lingkungan dan sumberdaya alam hendaklah memiliki kekuatan jaringan, memahami kebijakan pemerintah, memahami hukum, strategi perjuangan dan konsisten berjuang demi konservasi alam dan lingkungan.

Menurut Prof.Dr.Otto Soemarwoto[9], dalam bukunya yang berjudul Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan menyatakan bahwa proses pembangunan hendaklah senantiasa memperhatikan daya dukung lingkungan, dampak terhadap lingkungan, kepentingan generasi sekarang dan akan datang. Gannguan terhadap ekologi lingkungan hidup akan mengganggu dan mangancam kelangsungan hidup manusia. Pada bagian lain beliau menyarankan agar setiap perencanaan pembangunan hendaklah memperhatikan analisis dampak lingkungan. Berdasarkan pemikiran dan gagasan beliaulah dikemudian hari pemerintah Indonesia membentuk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan.

Pembahasan

Sesuai dengan judul essay ini penulis mengusulkan beberapa gagasan untuk mewujudkan Bogor sebagai Green City (Kota Hijau) yakni; pertama, memastikan jenis vegetasi tetap sesuai dengan fungsi dan manfaat dari setiap jenis tanaman yang harus ada, kedua, penataan dan penentuan serta perawatan hutan kota harus konsisten dikembangkan oleh pemerintah daerah bersama warga masyarakat Bogor. ketiga, penampilan pemerintah daerah atau pemerintah kota, warga masyarakat dan semua pihak terkait harus mencerminkan keasrian, keharmonisan dan kecintaan pada hutan kota, khususnya tanaman dan bunga-bunga yang ada. Sesuai dengan ungkapan love flower love people, mencintai bunga mencintai sesama manusia. Esensinya adalah mencintai bunga penting karena bunga merupakan lambang kehidupan, kedamaian dan kasih sayang. Dengan menanamkan kecintaan kita pada bunga  akan mempengaruhi rasa cinta kita pada sesama manusia.

Selanjutnya ada beberapa komponen pelengkap dari sebuah hutan kota yang lengkap dan seharusnya diperhatikan oleh pemerintah kota diantaranya perlindungan terhadap tanah dan mempertahankan luas ruang terbuka hijau, pengendalian sumberdaya air, Sangtuari satwa, penangkaran dan pembinaan sumberdaya plasma nutfah, keindahan dan kesegaran yang memberikan manfaat bagi kesehatan lingkungan, kebersihan kota mencakup jalan, trotoar, taman kota, taman bermain, taman peristirahatan, tersedianya sarana olah raga alam yang tidak komersial, tersedianya tempat untuk rekreasi dan wisata masyarakat lokal maupun bagi pengunjung yang berasal dari daerah lain, tersedianya sarana latihan, pendidikan dan penelitian, tersedianya lokasi dan lahan-lahan percontohan  dan hal paling penting adanya visi kepemimpinan walikota kearah pengembangan hutan kota lestari dan indah untuk mewujudkan Bogor sebagai Green City.

Dalam perencanaan dan pelaksanaan Hutan Kota Bogor hendaknya memperhatikan Rancangan Tata Ruang wilayah, tata letak dan zonasi sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Perencanaan yang baik harus diiringi dengan pelaksanaan yang baik dan tepat. Selanjutnya  dilakukan pengawasan dan penindakan bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan fungsi dan peruntukan lahan ruang terbuka hijau.

Sebagaimana telah penulis jelaskan pada tinjauan pustaka selain zonasi juga diperlukan kerterkaitan antara suatu kawasan dengan kawasan lainnya sehingga mencerminkan suatu makna dan arti filosofis yang tinggi bagi imajinasi manusia atau warga. Karena itulah penanganan hutan kota Bogor juga memerlukan pendekatan kreativitas yang tinggi disamping sekedar komitmen politik dari pemerintah kota. Birokrasi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan hutan Kota Bogor harus memiliki kreativitas dan daya inovasi yang tinggi sehingga impiannya kedepan dalam membangun Green City sesuai dengan kemampuan dan tindakannya. Jika tidak maka sangat sulit membayangkan terwujudnya sebuah Green City di Kota Bogor.

Pada saat ini terjadi pertarungan kepentingan antara kebutuhan pembangunan proyek infrastruktur khususnya jalan tol, jalan raya, jalan baru, jembatan dan jalan lainnya disatu sisi, dengan kebutuhan untuk melakukan pelestarian hutan dan kawasan tertentu yang tidak mengalami perubahan fungsi dan tata ruang secara ektrim dan dramatis. Ada asumsi yang kurang tepat dari penyelenggara pembangunan dan pemerintahan kota Bogor bahwa seolah-olah satu-satunya cara untuk mengatasi kemacetan transportasi kota Bogor adalah dengan terus menerus menambah pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Padahal pandangan dan paradigma ini salah, buktinya beberapa kota-kota besar dunia yang memiliki infrastruktur jalan dan jembatan yang lengkap, lebar dan panjang masih saja dihantui kemacetan. Sedangkan negara-negara yang bebas kemacetan ternyata karena memberlakukan persyaratan yang berat dan ketat dalam kepemilikan kendaraan khususnya mobil. Contohnya Swiss, Luxemburg, Swedia, Norwegia, Inggris, Singapura. Dengan persyaratan yang sangat berat akan mendorong masyarakatnya menggunakan angkutan umum, karena memiliki mobil pribadi sangat mewah, boros dan mahal. Sebaliknya di Indonesia, khususnya kota Bogor faktanya berbeda setiap warga yang ingin memiliki mobil sangat mudah persyaratannya. Akibatnya, banyak orang yang dapat memiliki mobil lebih dari satu bahkan lebih dari dua padahal tidak sesuai dengan keperluan dan kebutuhannya.

Jika pemerintah kota Bogor konsisten ingin mewujudkan kota Bogor sebagai Green City, maka salah satu komponen penting yang harus diperhatikan  adalah melakukan pembatasan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor, khususnya mobil pribadi disesuaikan dengan ruas jalan dan kebutuhan masyarakat. Kondisi ini akan menjamin terjadinya keseimbangan antara pembuangan emisi karbon (CO2) dengan produksi Oksigen (O2) yang diperlukan masyarakat setiap hari. Ketegasan pemerintah kota dapat dilihat melalui penertiban Peraturan daerah  (Perda) dan peraturan lainnya yang berorientasi pada upaya pelestarian hutan kota Bogor atau upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan lingkungan dan perkembangan kota, khususnya transportasi.

Manfaat dan fungsi utama hutan kota

Berdasarkan pandangan beberapa ahli ekologi, botani dan lansekap perkotaan termasuk Badan PBB urusan konservasi dan lingkungan, berikut ini beberapa manfaat dan fungsi utama hutan kota yang sangat besar artinya bagi manusia. Pertama; Pelestraian plasma nutfah artinya sebagai sumber bahan baku yang penting bagi kebutuhan pangan, sandang, papan dan obat-obatan. Bayangkanlah jika disetiap pinggir jalan dan gardu-gardu listrik jika ada lahan kosong maka kita tanami tanaman obat-obatan atau sayuran semusim maka akan memberikan manfaat langsung secara ekologi dan ekonomi. selain itu lahan kosong juga dapat digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan keanekaragaman hayati Indonesia. Gagasan ini sangat relevan dengan pemikiran Bapak Ir.Suswono, MA, Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk mengembangkan food estate, local food dan food other than rice. Kebijakan Mentan ini sangat tepat dan cocok dengan karakter wilayah maupun keragaman budaya, etnik bangsa Indonesia.

Kedua; Hutan kota dapat berfungsi sebagai penahan dan penyaring partikel padat dari udara. Melalui proses suspense oleh tajuk daun  dan pohon pada jenis vegetasi tertentu dapat menyerap kotoran udara dan debu yang terbuang dari kegiatan ekonomi, industry dan transportasi kota. Pada beberapa bunga seperti bunga Matahari, Kresen diyakini memiliki kemampuan menyerap partikel. Ketiga; Penyerap partikel timbal (Pb). Ada beberapa pohon yang mampu menyerap partikel timbal seperti dammar (Agathis Alba), mahoni (Swietenia Macrophylla), jamuju (Podocarpus imbricatus) dan pala (Myristica fragrans), asam landi (Pithecelobiumdulce), johar (Cassia siamea). Keempat; Menyerap debu semen khususnya dari kegiatan pembangunan dan industry. Kelima; Peredam kebisingan, melalui kemampuannya mengabsorbsi gelombang suara oleh daun, cabang dan ranting pada pepohonan. Pola tanam dengan strata rapat dan tinggi akan mampu mengurangi kebisingan khususnya yang berasal dari bawah. Keenam; mengurangi bahaya hujan asam, melalui proses fisiologis tanaman menurut Smith akan terjadi proses gutasi bahan organic seperti glumatin dan gula, juga menghasilakn Ca, Na, Mg,K. Hujan asam mengandung H2SO4 atau HNO3. Ketika hujan turun maka akan membasahi daun selanjutnya H2SO4 akan bereaksi menghasilakn CaSO4 yang bersifat netral. Netralisasi Ph air hujan oleh tanaman membuat air hujan tidak berbahaya bagi lingkungan.

Ketujuh; Penyerap Karbon-monoksida (CO), beberapa jenis pohon dan tanaman tertentu memiliki manfaat luar biasa bagi ekosistem seperti pohon Mindi (Azadirachta Indica sp) mulai dari akar sebagai pesticide organic, kulit kayu dan buah sebagai bahan baku obat-obatan ayurvedia, ranting dan dahan yang kering sebagai mosquitoes-obat nyamuk, tentu saja pohonnya yang rindang besar seperti mahoni berguna sebagai pohon pelindung. Ada satu lagi fungsi utama yang kedepan; Penyerap Karbon-dioksida (CO2) dan Penghasil Oksigen (O2). Hutan secara umum dikenal sebagai penyerap gas CO2 yang cukup penting, selain dari fito-plankton, ganggang dan rumput laut di Samudera. Cahaya matahari yang memancar di kota sepanjang hari akan dimanfaat oleh hutan kota dalam fotosintesis yang berfungsi untuk mmengubah gas CO2 dari H2O menjadi Karbohidrat dan Oksigen (O2). Proses ini sangat berguna bagi manusia, sebab bila konsentrasi CO2 meningkat akan beracun bagi manusia dan menyebabkan efek rumah kaca (green-house effect). Sebaliknya proses ini menghasilkan oksigen (O2) dan udara segar yang setiap hari sangat dibutuhkan manusia.

Kesimpulan

Pembangunan hutan kota Bogor menuju Green City mungkin terdengar seperti sebuah impian, namun jika impian ini konsisten dikembangkan melalui visi kepemimpinan wali kota dan mendapat dukungan penuh masyarakat serta seluruh pihak terkait khususnya dunia usaha, maka suatu saat kota Bogor benar-benar akan menjadi Green City. Fungsi dan manfaat hutan kota yang demikian besar artinya bagi manusia dan mencegah efek rumah kaca. Meskipun demikian kenyataan hari ini predikat yang kurang nyaman masih disandang kota Bogor yakni kota seribu angkot yang kebetulan dominan warna hijau, kota penuh kemacetan, kota penuh dengan bangunan pemukiman dan perumahan. Bogor sejatinya merupakan daerah tujuan wisata yang baik dan potensial tapi belum tertata secara  baik dan belum dikelola dengan professional.

Tantangan bagi pemerintah kota dan seluruh masyarakat kota Bogor hari ini  dan kedepan  adalah bagaimana menyadari pentingnya pelestraian lingkungan melalui pengembangan hutan kota Bogor, memelihara berbagai jenis pohon, bunga dan tanaman, sehingga dapat memberikan manfaat ekologis alam lingkungan yang indah dan sejuk. Selain itu hutan kota yang terkelola dengan baik juga dapat menjadi kawasan tujuan rekreasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan sebagai sumber penerimaan pendapatan pemerintah  kota Bogor.

Dapatkah hutan Kota Bogor menjadi Greeen City? Yakin pasti bisa, sekaranglah kesempatannya, inilah tantangannya. Mari wujudkan.

Terima kasih,

Cholida Firdaus Muhandasa

Daftar Pustaka

Djamal Irwan Zoer’aini, Prof.Dr. 1997: Tantangan Lingkungan dan Lansekap

Hutan Kota, CIDES,Jakarta.

Hari Sutjahya dan Gatut Susanto, 2008: Akankah Indonesia Tenggelam Akibat

Pemanasan Global, Penebar Swadaya,

Jakarta.

Rahardjo, Msc, 1983                           :  Perkembangan Kota dan Permasalahannya,

Bina Aksara, Jakarta.

Soemarwoto, Otto, Prof.Dr, 1983      :  Ekologi Lingkungan Hidup dan

Pembangunan,Djambatan, Jakarta.

Website Google

Yayasan Hutan Kota Indonesia, Website diakses mulai tanggal 1hingga 13 September 2010

Majalah Tempo 2001-2010, Majalah Forest Watch Indonesia 2008, Majalah Walhi 2009

Penulis

Iwan Febryan Vegan


[1] Tarsoen waryono, makalah Seminar ” Mahkota Hijau “ Hutan Kota Universitas Indonesia, di kampus UI-Depok 2009.

[2] Lewis Munford, dalam Rahardjo (1983): Perkembangan Kota dan Permasalahannya, Bina Aksara, Jakarta.

[3] World Bank Journal, 1983

[4] ibid, hlm 21

[5] Gatut Susanta dan Hari Sutjahyo, Akankah Indonesia tenggelam akibat Pemanasan Global? Penebar Swadaya, Jakarta, 2007

[6] Bogor Tourism and Invesment City, Profil. Pemerintah Kota Bogor, 2008

[7] IUCN, Journal tahunan 2008.

[8] Nancy Lee Peluso, Hutan Kaya, Rakyat Melarat, Konphalindo, Insist Press, Yogyakarta, 2006.

[9] Otto Soemarwoto, Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Djambatan, Jakarta, 1983

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Three Strategies to Build Successful Organization

THREE STRATEGIES TO BUILD SUCCESSFUL ORGANIZATION

Prepared by :

Iwan Febriyand Vegan*)

Bismillahirrahmanirrahiim,

PURPOSE

To me organization is very important. They are growing, but they do not growing without people. They only grow with the people. In other word, people that run the organization (not only corporate, non government organization, government institution but including military organization), will make organization grow. When we say that an organization that is empty of people, and yet growing. It has to be growing because the people inside the organization grow. For good example; Democratic Party and Prosperous and Justice Party, they have certain basic strategies, they believe there must be clear, focus and purpose. The purpose of Democratic Party (Partai Demokrat) and also PKS (Partai Keadilan Sejahtera/Prosperous Justice Party) is really to improve good governance, quality of education and health, implementing law enforcement and social justice for the whole people of Indonesia. To combine of quality of human being, quality of the people, strengthening of the power to reaching clean and good governance.

The other example Al-Azhar Islamic Foundation and also Az-Zaitun, Daaras Salam Gontor and also Insan Cendekia Madani, Catholic Penabur School, Tarakanita and also Regina Pacis are really to provide quality of education, highest achievement distinction. But the most important they have purpose to provide balancing of IMTAQ and IPTEK. University of Indonesia, Institute Technology of Bandung and University of Gajah Mada are the best University. In the corporate context that we know a lot of company beside it  Mandiri Bank, Bukopin Bank, Telecommunication, Indosat. Bakri Brother Group, Kodel and Gobel Group, and mostly small and medium enterprise.

PROCESS

The second strategy that the work upon is that there must be proper process. What is the process? A process something that we work with in order to achieving something. It is how to we do thing. Now as for as a process is concerned, most modern, most sophisticated. They emphasize in efficiency of the use technology for get efficiency and effectiveness. So, technology is just a vehicle to achievement and to reaching the goal. This is that we call a process. So over and above the technology, we also the utilize the concept. For example in education, where education is continues learning process. Education is not only accessing knowledge. Education requires ability to analyses, ability to criticize, ability to articulate, ability to elaborate, ability to explain manner, in a very coherent manner, in a systematic manner. So, all that abilities can not be obtain only through one particular source. The process must be complete, must be comprehensive in order to account for the needs for developing individual to wholesome individual, to whole some whole.

PEOPLE

The third strategy that we talk about is the people. You can for example, get a very beautiful structure building and nice big room for your office. You can have all kind of decoration in the room, beautiful furniture, etc. but if you don’t have the right people (istiqomah), nothing will work. It is the people who will meet everything successful. But people alone are not enough. We need the people have proper attitude (shabrun), people who are dedicated (Al-Amanah). People who are committed to their work (tawadhu’). People who understand their work, their job and their ability (Al-hasanah), respect  with the other people (ta’aruf), mutual understand with the other (tafahhum), mutual respect and familiar with the other (ta’awwun).People who appreciated with the others. People who can mingle with other people. Who can work as a team. Who should be able to work individual, independently, but at the same time they should be able to work with the others.

As conclusion through there are three strategies we can get better experiences, tacit and explicit knowledge, professional management and how to organizing of the people. All of people have original of motivation for get high achievement. Purpose, Process and People are very important and basic strategic to build successful organization, political party organization, Non Government Organization and military organization but all of various of the organization.

Alhamdulillahirabbil’alamin,

Hasbunallah Wani’mal Wakiil,

Ni’mal Maula Wani’Mannasir,

Thank, Arigato Gazaimasu, Gracias, Mercy

*) Iwan F.V is an author, observer and researcher dealing with intelligence, security defense, energy, technology, industry, economy, music and architecture. Living in  Jl. Atang Sanjaya Kp.Lumbung (Belakang Indomaret) Semplak Barat,  Kemang district  in Bogor regency  Telp. (0251) 17532959 Call me and  toward Hp. 081317942168, and contact email: troisebien@yahoo.com and my own web. http://www.worldprosperousnow.tk

Posted in Uncategorized | Leave a comment